Showing posts with label Materi. Show all posts
Showing posts with label Materi. Show all posts

Monday, January 11, 2016

pengertian dan contoh Pewarisan/Inherintace & Polimorfisme

pengertian dan contoh Pewarisan/Inherintace & Polimorfisme





Pewarisan / Inheritance
Pengertian
Inheritance (pewarisan)  proses pewarisan data dan method dari suatu kelas kepada kelas lain.  
Pewarisan bersifat menyeluruh 
Semua data dan method milik kelas asalnya diturunkan ke kelas baru.  

Kelas yang mewariskan     Super Class atau Kelas Induk  
Kelas yang diwariskan       Sub Class atau Kelas Anak 
Misal :
kelas B adalah kelas anak dari kelas A, maka sifat  sifat dari kelas A otomatis akan dimiliki juga oleh kelas B.  
Jika kelas induk merupakan turunan dari kelas lain, maka data dan method yang berasal dari kelas tersebut akan ikut diwariskan pula kepada kelas anaknya. 
Contoh : 
o   Kelas C adalah kelas anak dari kelas B  o Kelas B merupakan kelas anak dari kelas A.
o   Maka sifat  sifat yang diwariskan kelas A ke kelas B juga akan diwariskan ke kelas C.  
Keyword untuk pewarisan : extends                  

Contoh Program

class Induk { private String var1; //hak akses private berarti tidak dapat diakses oleh kls anak public int var2; //hak akses public berarti dapat diakses oleh kls anak
//konstruktor
Induk (){
}
//method
public void cetakData() {
}
}
class Anak extends Induk{ private String dataAnak; //variabel
//konstruktor
Anak () {
}
public void cetak() {
        cetakData();//method milik Induk
                  // ada jg yang memanggil dgn super.cetakData()
}
}
class DemoPewarisan {  public static void main(String args[]) {  Anak anak = new Anak();  anak.cetak();
           anak.cetakData();
System.out.println("Demo Pewarisan");
System.out.println("isi var 2="+anak.var2);
} }  

Output Program:

C:\Documents and Settings\suherman\My Documents>javac DemoPewarisan.java 
C:\Documents and Settings\suherman\My Documents>java DemoPewarisan
Demo Pewarisan
isi var 2=0    
Keuntungan Pewarisan

Bersifat reusable
Tidak harus menyalin semua data dan method dari suatu kelas jika akan menggunakannya lagi
Kemudahan dalam me-manage kelas yang memiliki data dan method yang sama
Untuk memodifikasi suatu data atau method untuk semua subkelas / kelas anak, maka tidak perlu melakukan perubahan di masing-masing kelas anak melainkan hanya pada kelas induk saja.  
Polimorfisme
Polimorfisme  sesuatu yang memiliki banyak bentuk.  
Dalam pemrograman, polimorfisme dapat diartikan sebagai modul yang memiliki nama sama, namun memiliki behaviour (tingkah laku) yang berbeda sehingga listing code implementasinya juga  berbeda    

Contoh Program

class Hewan {  private String jenis;  private int kaki; 
Hewan (){
}
Hewan (String jenis, int kaki){
      this.jenis = jenis;
      this.kaki = kaki;
}
public void bersuara() {
System.out.print("suara hewan "+jenis+" berkaki"+kaki);
}
}
class Anjing extends Hewan {
Anjing() {   super();
}
public void bersuara() { //overriding method   System.out.println("guk guk guk....");
}
}  
       class Kucing extends Hewan {
Kucing(String jenis, int kaki) {   super(jenis, kaki);
}
public void bersuara() { //overriding method   super.bersuara();  
System.out.println( miaowwww....");
}
}
class DemoPoli { public static void main(String args[]) { Anjing doggy = new Anjing(); Kucing tom = new Kucing("Kucing", 4); doggy.bersuara();
tom.bersuara();
}

Output Program

C:\Documents and Settings\suherman\My Documents>javac DemoPoli.java 

C:\Documents and Settings\suherman\My Documents>java DemoPoli guk guk guk.... suara hewan Kucing berkaki 4 miaowwww.... 

Friday, January 8, 2016

Pengertian fungsi contoh array




Pengantar
Program yang cukup kompleks membutuhkan variabel dalam jumlah besar. Kita mungkin saja mendeklarasikan variabel-variabel tersebut satu per satu. Andaikan sebuah program membutuhkan 5 (lima) variabel bertipe int, kita bisa saja mendeklarasikan kelima variabel tersebut dengan cara biasa:  
int a, b, c, d, e;
Persoalan akan timbul jika kita membutuhkan variabel dalam jumlah cukup besar, 100 misalnya. Bagaimana kita mendeklarasikan seluruh variabel tersebut: apakah dengan cara mengetik satu persatu atau melakukan trik copy-and-paste  Manapun cara yang anda tempuh, cara tersebut akan menghabiskan waktu cukup banyak. Selain masalah waktu, kita juga akan menemui masalah sulitnya mencari nama yang benar-benar unik. Ingat bahwa tidak boleh ada dua variabel atau lebih dengan nama sama. Atau anda ingin menggunakan cara seperti ini :  int x1, x2, x3,   dst.
Java menawarkan konsep array untuk solusi mendeklarasikan sejumlah besar variabel secara cepat. Pemakaian variabel array akan menghemat waktu penyebutan nama variabel. Sebuah variabel array sesungguhnya adalah sejumlah variabel berbeda dengan nama sama, namun memiliki nomor indeks yang unik untuk membedakan setiap variabel tersebut. 
0
1
2
3
Indeks adalah sebuah angka yang menyatakan urutan sebuah elemen pada suatu variabel array. Karena seluruh kotak memiliki nama yang sama, maka untuk membedakannya diperlukan suatu cara yaitu dengan memberi nomor urut. Ibarat deretan rumah pada sebuah jalan, untuk membedakan antara rumah yang satu dengan rumah yang lain maka setiap rumah diberi nomor unik yang berbeda antara rumah satu dengan rumah lainnya.
Nomor indeks variabel array selalu dimulai dari 0 (nol), sehingga nomor indeks bagi elemen terakhir adalah sebesar (N-1), dimana N adalah jumlah total elemen. Kita bisa mengakses setiap elemen dalam variabel array dengan mengacu pada nomor indeksnya. Awalan nol untuk nomor indeks array sering menimbulkan kerancuan bagi kita yang terbiasa dengan awalan angka 1.
Pemrog. Berorientasi Objek **,

Deklarasi Variabel Array

Bentuk umum pendeklarasian variabel array di Java adalah:  tipeData[] namaVariabel [= new tipeData[jumlahElemen] ];
TipeData bisa berupa salah satu dari berbagai tipe data seperti int, long, double maupun nama class; baik class standar Java atau class buatan kita sendiri
1.    Mendeklarasikan variabel array tanpa menyebutkan berapa jumlah elemen yang diperlukan. 
int[] angka;
Variabel angka kita deklarasikan sebagai variabel array dimana setiap elemennya akan menyimpan data bertipe int. Kita tidak menyebutkan berapa jumlah elemen dari variabel angka. Kita harus menuliskan di salah satu baris program instruksi untuk memesan jumlah elemen ini. Sebelum terjadi pemesanan jumlah elemen, kita tidak bisa menggunakan variabel array ini untuk menyimpan data.
2.    Mendeklarasikan variabel array dengan menyebutkan jumlah elemen yang diperlukan. 
int[] angka = new int[5];
Variabel angka kita deklarasikan sebagai variabel array dimana setiap elemennya akan menyimpan data bertipe int. Pada saat mendeklarasikan ini kita langsung memesan 5 elemen array yang kita perlukan
3.    Mendeklarasikan variabel array secara otomatis.
Kita tidak menyebutkan jumlah elemen secara tegas, namun kita mendefinisikan sejumlah data secara terurut. 
int[] angka = {5, 3, 23, 99, 2};
Variabel angka kita deklarasikan sebagai variabel array dimana setiap elemennya akan menyimpan data bertipe int. Kita tidak menyebutkan berapa elemen yang kita pesan, tetapi kita langsung menentukan nilai setiap elemen. Karena jumlah data yang kita berikan ada 5, maka komputer akan mengetahui bahwa jumlah elemen yang kita butuhkan adalah 5.
 Pemrog. Berorientasi Objek **,    

Menghitung Jumlah Elemen Variabel Array

Kita bisa menggunakan instruksi length untuk mengetahui jumlah elemen dari sebuah variabel array. Pernyataan angka.length akan menghasilkan berapa jumlah elemen dari variabel array yang bernama angka. Entah dengan cara bagaimana kita mendeklarasikan sebuah variabel array, Java tetap dapat melaporkan jumlah elemen variabel tersebut melalui instruksi length.

Contoh Program Menghitung Elemen Array

  class JumlahElemenArray
  {
     public static void main (String[] args)
     {
        int[] angka;          angka = new int[5]; 
        System.out.println ("Jumlah elemen = " + angka.length);
     }   } 

Output Program


  Pemrog. Berorientasi Objek **,   

Array Dua Dimensi

Materi diatas adalah tentang pembahasan array satu dimensi. Istilah satu dimensi mengacu kepada jumlah bilangan yang digunakan sebagai indeks. Penulisan
seperti ini 
System.out.println(angka[3]);
merupakan penulisan untuk array satu dimensi. Perhatikan bahwa bilangan yang kita gunakan sebagai nomor indeks array hanya satu, tidak perduli berapa jumlah digitnya. Angka 100 merupakan sebuah bilangan, walaupun jumlah digitnya ada 3.
Pada beberapa kondisi diperlukan penulisan variabel array yang menggunakan nomor indeks dua bilangan, misalnya pada aplikasi matrik. Data pada suatu matrik diketahui berdasarkan nilai baris dan kolomnya. Baris adalah sebuah bilangan dan kolom adalah sebuah bilangan juga. Tanpa adanya salah satu dari keduanya kita tidak bisa mengetahui data mana yang dimaksud, jika kita ingin mengambil sebuah data individu.
Bentuk umum pendeklarasian variabel array dua dimensi di Java adalah: 

tipeData[][] nama_variabel[=new tipeData[jumlah_baris] [jumlah_kolom]];

Untuk memudahkan pemahaman, bentuk array dua dimensi bisa dihambarkan dalam bentuk petak-petak sebagai berikut:     






N adalah nilai yang menyatakan jumlah baris dari array, sedangkan M menyatakan jumlah kolom dari array. Sama seperti array satu dimensi, penomoran indeks untuk array dua dimensi juga dimulai dari 0 untuk baris maupun kolomnya. Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa urutan untuk nomor indeks adalah baris dulu baru kolom
 Pemrog. Berorientasi Objek **,

Contoh Program Array 2 Dimensi

class ArrayDuaDimensi
   {
     public static void main (String[] args)
     {
        int[][] angka = new int[5][3]; 
        for (int i=0; i<angka.length; i++)          for (int j=0; j<angka[i].length; j++)
                   angka[i][j] = (int)(Math.random()*100);          System.out.println("Data array dua dimensi:\n"); 
        for (int i=0; i<angka.length; i++) 
        {
                   for (int j=0; j<angka[i].length; j++)
                   System.out.print(angka[i][j] + "   ");             System.out.println();
                   }
     }   } 

Output


Friday, December 11, 2015

Pengertian dari Class, Object, dan Method

Class merupakan suatu blueprint atau cetakan untuk menciptakan suatu instant dari object. class juga merupakan grup suatu object dengan kemiripan attributes/propertiesbehaviour dan relasi ke object lain. Contoh : Class Person, Vehicle, Tree, Fruit dan lain-lain.  
Object adalah instance dari class.  Jika class secara umum merepresentasikan (template) sebuah object, sebuah instance adalah representasi nyata dari class itu sendiri.
Contoh : Dari class Fruit kita dapat membuat object Mangga, Pisang, Apel dan lainlain.  
Membuat object
Untuk membuat object, kita menggunakan perintah new dengan sebuah nama class yang akan dibuat sebagai instance dari class tersebut. 
String str = new String(); 
Random r = new Random(); 
Pegawai p2 = new PEgawai();  Date hari = new Date();  
hari adalah object reference dari class Date yang akan digunakan untuk mengakses class Date.
Sedangkan operator new adalah operator yang akan menghasilkan hari sebagai reference ke instance dari class Date().  
Attributes merupakan nilai data yang terdapat pada suatu object yang berasal dari class. Attributes merepresentasikan karakteristik dari suatu object.  
Contoh : pada Class Fruit terdapat attribute : warna, berat pada object mangga : warna berisi kuning dan berat misalkan 0.25 kg pada object apel : warna berisi merah dan berat misalkan 0.30 kg  
Method merupakan suatu operasi berupa fungsi-fungsi yang dapat dikerjakan oleh suatu object. Method didefinisikan pada class akan tetapi dipanggil melalui object.  
Contoh : pada object mangga : terdapat method ambilRasa , kupasKulit dan lain-lain.      
 METHOD 
Metode menentukan perilaku objek, yakni apa yang terjadi ketika objek itu dibuat serta berbagai operasi yang dapat dilakukan objek sepanjang hidupnya.  Metode  memiliki 4 (empat) bagian dasar :
1.    Nama metode
2.    Tipe Objek atau tipe primitive yang dikembalikan metode.
3.    Daftar parameter.
4.    Badan atau isi metode. 
Tiga bagian pertama mengindikasikan informasi penting tentang metode itu sendiri. Dengan kata lain, nama metode tersebut=metode lain dalam program. Dalam java kita dapat memiliki metode-metode berbeda yang memiliki nama sama tetapi berbeda tipe kembalian atau daftar argumennya, sehingga bagian-bagian definisi metode ini menjadi penting. Ini disebut overloading metode. 
Untuk menjalankan program yang memiliki sifat polymorphism tersebut, diperlukan suatu kemampuan overloading, yaitu suatu kemampuan untuk menentukan fungsi yang mana yang harus digunakan atau dijalankan jika terdapat nama fungsi yang sama.   
Polimorfisme bisa diartikan seperti kemampuan suatu variable untuk mengubah perangai sesuai dengan objek hasil instansiasi yang digunakan. Polimorfisme membiarkan lebih dari 1 objek dari sub class  sub class dan diperlakukan sebagai objek dari super class tunggal
Contoh:
Mahasiswa cowok = new anakSI(); cowok.methodKU(Bernaz); 
Mahasiswa cewek = new anakTI(); cewek.mothodKU(Amelia);
Outputnya:
Methodku dengan parameter dengan nilai Bernaz di class anakSI telah dipanggil
Methodku dengan parameter dengan nilai Amelia di class anakTI telah dipanggil

Contoh Program: 

class buku
String pengarang; String judul;
void isi (String isi1,String isi2)
judul = isi1; 
pengarang = isi2;
}
void cetak() 
if (judul==null&&pengarang==null)return; 
System.out.println("judul=" +judul +"pengarang=" +pengarang); 
}
}
class karangan
public static void main(String[]args) 
{  
buku a,b,c,d;   a=b=c=d=new buku();  
a.isi ("pengarang pascal", "yogiyanto");  
a.cetak();  
b.isi ("pengarang java", "asep hermanto");  
b.cetak();  
c.isi ("pengarang web", "johan prasutyo");  
c.cetak();  
d.isi ("pengarang c++", "adbul kadil");  

}
}  

Output 

Sunday, December 6, 2015

Struktur Kontrol


Struktur Kontrol Keputusan  
Struktur kontrol keputusan adalah statement dari Java yang mengijinkan user untuk memilih dan mengeksekusi blok kode dan mengabaikan blok kode yang lain.  

1. Statement if  

Statement-if menentukan sebuah statement (atau blok kode) yang akan dieksekusi jika dan hanya jika persyaratan boolean (boolean statement) bernilai true.  Bentuk dari statement if,  if( boolean_expression )  statement;  atau  if( boolean_expression ){  statement1;  statement2; 
. . .  }

Gambar 1: Flowchart Statement If 
dimana, boolean_expression adalah sebuah persyaratan boolean (boolean statement) atau boolean variabel.  
Berikut ini adalah contoh code statement if,  int grade = 68;  if( grade > 60 ) System.out.println("Congratulations!");  atau  int grade = 68;  if( grade > 60 ){ 
System.out.println("Congratulations!"); 
System.out.println("You passed!"); 

Statement if-else  

Statement if-else digunakan apabila kita ingin mengeksekusi sebuah statement dengan kondisi true dan statement yang lain dengan kondisi false
Bentuk statement if-else,  if( boolean_expression )  statement;   else  statement;    
 Pemrog. Berorientasi Objek **,   
dapat juga ditulis seperti, 
if( boolean_expression ){ 
statement1;  statement2; 
. . .  }  else{ 
statement1;  statement2; 
. . . }  
Berikut ini contoh code statement if-else,  int grade = 68;  if( grade > 60 ) System.out.println("Congratulations!");  else System.out.println("Sorry you failed");  
atau  int grade = 68;  if( grade > 60 ){ 
System.out.println("Congratulations!"); 
System.out.println("You passed!"); 
else{ 
System.out.println("Sorry you failed"); 
}

Gambar 2: Flowchart Statement If-Else    

2. Statement switch  

Cara lain untuk membuat percabangan adalah dengan menggunakan kata kunci switch. Dengan menggunakan switch kita bisa melakukan percabangan dengan persyaratan yang beragam. 
Bentuk statement switch,  switch( switch_expression ){  case case_selector1:  statement1; // 
statement2; //block 1 
. . . // 
break;  case case_selector2:  statement1; // 
statement2; //block 2 
. . . // 
 break;  
. . .  default: 
statement1; //  statement2; //block n 
. . . // 
break; 
}  
dimana, switch_expression adalah persyaratan integer atau character dan case_selector1, case_selector2 dan seterusnya adalah konstanta nilai integer yang unique (unik).  
Ketika statement switch ditemukan, pertama kali Java memeriksa switch_expression, dan meloncat ke case dan mencocokkan nilai yang sama dengan persyaratannya. Program mengeksekusi statement dari awal sampai menemui statement break, dan melewati statement yang lain sampai akhir struktur switch.  
Jika tidak ditemui case yang cocok, maka program akan mengeksekusi blok default. Bisa anda catat bahwa blok default adalah optional. Sebuah statement switch bisa tidak memiliki blok default.  CATATAN:   
Tidak seperti statement if, pada struktur switch statement dieksekusi tanpa memerlukan tanda kurung kurawal ({}).  
Ketika sebuah case pada statement switch menemui kecocokan, semua statement pada case tersebut akan dieksekusi. Tidak hanya demikian, statement lain yang berada pada case yang cocok juga dieksekusi.  
Untuk menghindari program mengeksekusi statement pada case berikutnya, kita menggunakan statement break sebagai statement akhir. 

Gambar 4: Flowchart Statement Switch 


Contoh statement switch   

public class Grade 
public static void main( String[] args ) 
int grade = 92;  switch(grade){  case 100: 
System.out.println( "Excellent!" );  break;  case 90: 
System.out.println("Good job!" );  break;  case 80: 
System.out.println("Study harder!" );  break;   default: 
System.out.println("Sorry, you failed.");         } 
}   
Struktur Kontrol Perulangan  
Struktur kontrol pengulangan adalah statement dari Java dimana kita bisa mengeksekusi blok code berulang-ulang dalam kurun nilai tertentu. Ada tiga macam jenis struktur kontrol pengulangan yaitu while, do-while, dan for-loops.   

1. while loop  

Statement while loop adalah statement atau blok statement yang diulang-ulang sampai mencapai kondisi yang cocok.  Bentuk statement while,  while( boolean_expression ){  statement1;  statement2; 
. . . } 
Statement di dalam while loop akan dieksekusi berulang-ulang selama boolean_expression bernilai true. 
Contoh, pada code dibawah ini,  int i = 4;  while ( i > 0 ){  System.out.print(i); 
i--; }  
Contoh diatas akan mencetak angka 4321 pada layar. Perlu dicatat jika bagian i--; dihilangkan, akan menghasilkan looping yang tidak berhenti (infinite loop). Sehingga, ketika menggunakan while loop atau bentuk pengulangan yang lain, pastikan Anda memberikan statement yang membuat pengulangan berhenti pada suatu titik. 
Berikut ini adalah beberapa contoh while loop,   
Contoh 1:  int x = 0;  while (x<10) { 
Contoh 2:  
//infinite loop  while(true) 
System.out.println(x);  System.out.println( hello );  x++; }      
Contoh 3:  
//no loops 
// statement is not even executed 
while (false) 
System.out.println( hello );    

2. do-while loop  

Do-while loop mirip dengan while-loop. Statement di dalam do-while loop akan dieksekusi beberapa kali selama kondisi bernilai true. 
Perbedaan antara while dan do-while loop adalah dimana statement di dalam do-while loop dieksekusi sedikitnya satu kali.  Bentuk statement do-while, 
do{  statement1;  statement2; 
. . . 
}while( boolean_expression );  
Statement di dalam do-while loop akan dieksekusi pertama kali, dan dilakukan pengecekan kondisi dari boolean_expression. Jika nilai tersebut belum mencapai nilai yang diinginkan, statement akan dieksekusi lagi. 
Berikut ini beberapa contoh do-while loop:   
Contoh 1:  
int x = 0;  do 
Contoh 2:  
//infinite loop  do{ 
System.out.println(x);  x++; 
}while (x<10);  
System.out.println( hello ); 
} while (true);  
Contoh di atas akan melakukan pengulangan
yang tidak berhenti untuk menulis hello Contoh ini akan memberikan output pada layar.  
0123456789 pada layar. 
Contoh 3:  
//one loop 
// statement is executed once  do 
System.out.println( hello );  while (false);  
Contoh di atas akan memberikan output hello pada layar.   

3. for loop  

Seperti pada struktur pengulangan sebelumnya yaitu melakukan pengulangan eksekusi code beberapa kali.  Bentuk dari for loop,  
for (InitializationExpression; LoopCondition; StepExpression){  statement1;  statement2; 
. . . }    
 dimana,
InitializationExpression  inisialisasi dari variabel loop. 
LoopCondition - membandingkan variabel loop pada nilai batas. 
StepExpression - melakukan update pada variabel loop.  Berikut ini adalah contoh dari for loop,  
int i; 
for( i = 0; i < 10; i++ ){ 
System.out.print(i); 
}  
Pada contoh ini, statement i=0 merupakan inisialisasi dari variabel. Selanjutnya, kondisi i<10 diperiksa. Jika kondisi bernilai true, statement di dalam for loop dieksekusi. Kemudian, statement i++ dieksekusi, dan dilakukan pengecekan kondisi. Kondisi ini akan dilakukan berulang-ulang sampai mencapai nilai yang salah (false).  
Contoh tadi, adalah contoh yang sama dari while loop,  
int i = 0;  while( i < 10 ){  System.out.print(i); 
i++; 

break statement  

Statement break memiliki dua bentuk: unlabeled dan labeled.   
o Unlabeled break statement  
Unlabeled menghentikan jalannya statement switch. Anda bisa juga menggunakan bentuk unlabeled untuk menghentikan for, while atau do-while loop.  Contohnya,  
String names[] = {"Beah", "Bianca", "Lance", "Belle", 
"Nico", "Yza", "Gem", "Ethan"};  String searchName = "Yza";  boolean foundName = false;  for( int i=0; i< names.length; i++ ){  if( names[i].equals( searchName )){  foundName = true; 
break; 
if( foundName ){ 
System.out.println( searchName + " found!" ); 
else{ 
System.out.println( searchName + " not found." ); 
}  
Pada contoh ini, jika string Yza ditemukan, pengulangan pada for loop akan dihentikan dan akan melanjutkan ke proses berikutnya.        
Labeled break statement  
Bentuk labeled form dari statement break akan menghentikan statement luar, dimana diidentifikasikan berupa label pada statement break. Program berikut ini akan mencari nilai dalam array dua dimensi. Terdapat dua pengulangan bersarang (nested loop). Ketika sebuah nilai ditemukan, labeled break akan menghentikan statement yang diberi label searchLabel, dimana label ini berada di luar. 
int[][] numbers = {{1, 2, 3}, {4, 5, 6}, 
{7, 8, 9}}; 
int searchNum = 5;  boolean foundNum = false;  searchLabel:  
for( int i=0; i<numbers.length; i++ ){  for( int j=0; j<numbers[i].length; j++ ){  if( searchNum == numbers[i][j] ){  
foundNum = true; break searchLabel;  
}  }  
if( foundNum ){ 
System.out.println( searchNum + " found!" ); 
else{ 
System.out.println( searchNum + " not found!" ); 
Statement break menghentikan sementera labeled statement; ia tidak lagi menjalankan flow control pada label. Flow control pada label akan di-transfer secara otomatis mengikuti labeled statement.  

Continue statement  

Statement continue memiliki dua bentuk: unlabeled dan labeled. Anda dapat menggunakan statement continue untuk melewati pengulangan dari for, while, atau do-while loop yang sedang berjalan.   
o Unlabeled continue statement  
Bentuk unlabeled akan melewati akhir statement pada bagian yang dalam dan memeriksa boolean expression yang mengkontrol loop, pada dasarnya akan melewati bagian pengulangan pada loop. 
Berikut ini adalah contoh dari penghitungan angka dari Beah dalam suatu array.  
String names[] = {"Beah", "Bianca", "Lance", "Beah"};   int count = 0; 
for( int i=0; i<names.length; i++ ){  if( !names[i].equals("Beah") ){ 
continue; //skip next statement 
count++; 
System.out.println("There are " + count + " Beahs in the list");        
Labeled continue statement  
Bentuk labeled akan melanjutkan sebuah statement dengan melewati pengulangan yang sedang berjalan dari loop terluar yang diberi label (tanda).  
outerLoop:  
for( int i=0; i<5; i++ ){  for( int j=0; j<5; j++ ){ 
System.out.println("Inside for(j) loop"); //message1  if( j == 2 ) continue outerLoop;  
System.out.println("Inside for(i) loop"); //message2 
}  
Pada contoh ini, pesan ke-2 tidak dicetak, karena statement continue akan melewati pengulangan yang sedang berjalan.   

Return statement  

Statement return digunakan untuk keluar dari sebuah fungsi (method). Statement return memiliki dua bentuk: menggunakan sebuah nilai, dan tidak memberikan nilai.  
Untuk memberikan sebuah nilai, cukup berikan nilai (atau ekspresi yang menghasilkan sebuah nilai) sesudah return. Contohnya,  
return ++count;  atau  return "Hello";  
Tipe data dari nilai yang diberikan harus sama dengan tipe dari fungsi yang dideklarasikan. Ketika sebuah method void dideklariskan, gunakan bentuk return yang tidak memberikan nilai. Contohnya,  
return;    







                                    

Saturday, December 5, 2015

Pengenalan Bahasa Pemrograman Java



Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek murni yang dibuat berdasarkan kemampuan-kemampuan terbaik bahasa pemrograman objek sebelumnya (C++, Ada, Simula). Java diciptakan oleh James Gosling, developer dari Sun Microsystems pada tahun 1991.
Karakteristik Java antara lain :
-          Sederhana (Simple)      -                                  Architecture Neutral
-          Berorientasi Objek (Object Oriented) -           Portable
-          Terdistribusi (Distributed)         -                     Performance
-          Interpreted           -                                            Multithreaded
-          Robust     -                                                        Dinamis 
-          Aman (Secure)
Macam-macam Java 2 Software Developer Kit (J2SDK) antara lain :
-          J2SE (Java 2 Standard Edition)
-          J2EE (Java 2 Enterprise Edition) -      J2ME (Java 2 Micro Edition) 

Java mempunyai platform yaitu :
-          Java Virtual Machine (Java VM)
-          Java Application Programming Interface (Java API)


Aplikasi-aplikasi java antara lain :
-          Stand alone        -           Java Server Pages (JSP)
-          Applets - Java Beans dan Enterprise Java
-          Aplikasi berbasis Windows (GUI)       Beans -          Java Servlet -           Java Micro Edition  
-          Penulisan program:
o Menulis program
Struktur program java yaitu :
Program Java (.java)
Komentar program
Deklarasi package dan import
// Kelas pertama
class NamaKelas {
   <pernyataan>
}
// Kelas lainnya
class NamaKelasLain {
   <pernyataan>
}

Dapat ditulis dalam satu file .java:
Berisi satu kelas
Berisi beberapa kelas

Ditulis dalam beberapa file .java:
Satu file satu kelas
Satu file banyak kelas
Hanya boleh ada satu fungsi utama pada setiap program objek. 
o  Kompilasi javac <namafile.java> Contoh:

javac HelloWorld.java
o  Eksekusi java <namafile hasil kompilasi> [<argumen baris perintah>] Contoh:
java HelloWorld
 Contoh Program 1 (HelloWorld.java) yaitu :  
*   Program Java untuk menuliskan kata Hello, world!
*   HelloWorld.java
*/
// Deklarasi kelas class HelloWorld {
  // Deklarasi fungsi yang mewakili program utama
  public static void main(String args[]) {
    System.out.println("Hello, world!");
  }
Output Program 



Kata Kunci Simpanan (Keywords)  
Kata kunci simpanan adalah identifier khusus yang disimpan oleh bahasa Java untuk mengendalikan bagaimana program didefinisikan. Kata kunci ini digunakan untuk mengenali tipe-tipe, pengubah, dan mekanisme pengaturan aliran program. Kata kunci ini hanya dapat digunakan untuk fungsi tertentu dan tidak dapat digunakan sebagai identifier nama suatu variabel, class dan method. Sampai denga Versi 1.0 terdapat 59 kata kunci seperti terlihat dalam tabel : 
abstract
boolean
break
byte
byvalue
case
cast
catch
char
class
const
continue
default
do
double
else
extends
false
final
finally
float
for
future
generic
goto
if
impleme nts
import
inner
instanceof
int
interface
long
native
new
null
operator
outer
package
private
protected
public
rest
return
short
static
super
switch
synchronized
this
throw
throws
transient
true
try
var
void
volatile
while 

Identifier  digunakan untuk nama class, method, dan variabel. Suatu variabel dapat berupa urutan tertentu huruf (besar atau kecil), angka, garis bawah, dan tanda dolar. Tidak boleh diawali oleh angka dan bersifat case sensitive
Kelompok Java mengikuti aturan penamaan identifier untuk semua method public dan variabel instans dengan huruf awal kecil dan menandai bagian kata selanjutnya dengan huruf besar, misalnya nextItemcurrentValuegetTimeOfDay
Untuk variabel provate dan lokal identifier akan berupa huruf kecil semua dikombinasikan dengan garis bawah, misalnya next_valtemp_val. Untuk variabel final yang mewakili suatu konstanta, digunakan huruf besar semua, misalnya TOK_BRACEDAY_FRIDAY.


Literal 
Besaran konstanta pada Java dihasilkan dengan menggunakan literal yang mewakilinya. Setiap literal merepresentasikan nilai suatu tipe, dimana tipe itu sendiri menjelaskan bagaimana sifat nilai tersebut dan bagaimana penyimpanannya.  
Tipe Data  
Java merupakan contoh bahasa yang strongly typed language. Hal ini berarti bahwa setiap variabel harus memiliki tipe yang sudah dideklarasikan. Terdapat 8 tipe primitif, 6 diantaranya adalah tipe bilangan ( 4 tipe integer, 2 tipe floating point), 1 tipe karakter char, digunakan mengawa-sandi (encode) Unicode, dan 1 tipe boolean.  Integer
Tipe
Tempat yang
Diperlukan
Jangkauan (inclusive)
int
4 byte
- 2.147.483.648 sampai 2.147.483.647 (hanya lebih dari 2 miliar)
short
2 byte
- 32.768 sampai 32.767
long
8 byte
- 9.223.372.036.854.775.808L sampai
9.223.372.036.854.775.807L
byte
1 byte
- 128 sampai 127
Floating Point
Tipe
Tempat
Yang
Dibutuhkan
Jangkauan
float
4 byte 
secara kasar 3,40282347E+38F  ( 7 digit desimal signifikan)
double
8 byte
secara kasar  1,79769313486231570E+308  (15 digit desimal siignifikan)
Char 
Tipe char menggunakan tanda kutip tunggal untuk menyatakan suatu char. Tipe char juga menyatakan karakter dalam upaya mengawal-sandi unicode, yang merupakan kode 2-byte. Karakter unicode paling sering dinyatakan dalam istilah skema pengkodean hexadesimal yang dimulai dari \u0000 sampai  \uFFFF.  Selain karakter bebas (escape  \u 
yang menyatakan karakter unicode di Java terdapat juga            
\b
backspace
\u0008
\t
tab
\u0009
\n
linefeed
\u000a
\r
carriage return
\u000d
\
double quote
\u0022
\
single quote 
\u0027
\\
a backslash
\u005c
Boolean  
Tipe boolean memiliki nilai true dan false. Tipe ini digunakan untul logical testing dengan menggunakan operator relasional.    
Java Applet 
Applet berjalan pada Browser atau pada halaman WEB menggunakan HTML
Java Applet adalah sebuah class yang dapat diaktifkan pada Web Browser seperti Internet explorer. Java Applet dienkapsulasi sebagai bagian dari HTML   
Langkah-langkah membuat applet.
1.Membuat sebuah class Applet.
2.Membuat dokumen html yang berasosiasi dengan class Applet yang telah dibuat pada langkah pertama.  
Template untuk applet import java.applet.Applet; import jawa.awt.*; 
public class AppletTemplate extends Applet 
// deklarasi variabel. 
public void init()  
// inisialisasi variabel, image loading, dll. 
public void paint(Graphics g) 
// drawing operations. 
}
}   
Template untuk html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Template untuk loading applet</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1> Sebuah template untuk loading applet </H1>
<P>
<APPLET CODE=AppletTemplate.class WIDTH=120 HEIGHT=60>
<B> Error! Anda harus mengkatifkan Java-enabled browser.</B> </APPLET>
</BODY>
</HTML>          
Contoh Program Applet import java.applet.Applet; import java.awt.Graphics; 
public class HelloWorld extends Applet { public void paint(Graphics g) {
g.drawString("Hello world!", 50, 25);
}
}  
Kompilasi di Command Line Prompt
M:\gundar\PBO\OOP\Applet>javac HelloWorld.java  
Contoh HTML Applet dari program diatas:
<html>
<head>
<title>HelloWorld Applet </title>
</head>
<body>
<applet code="HelloWorld.class" height="50" width="345">
</applet>
</body>
</html>   Output:

Pada contoh HTML Applet dari program diatas Kode program:
<applet code="HelloWorld.class" height="50" width="345">
</applet>  
Applet dibuat dengan lebar 345 pixels dan tinggi 50 pixels 
Pada contoh Program Applet diatas

Method drawString menggambar string Hello world pada posisi pixel(50,25)

g.drawString("Hello world!", 50, 25);